Ketika Belanda Banggakan Kekayaan Alam yang Dikeruk Dari Indonesia

ketika belanda banggakan kekayaan alam yang dikeruk dari indonesia

Tentara Belanda berangkat dari Rotterdam menuju Indonesia.

Intisari-online.com - Kepemilikan harta kolonial yang sangat besar, yang luasnya 56 kali lebih besar daripada wilayah kota metropolitan, merupakan sumber kebanggaan nasional tradisional bagi pendudouk Belanda. Perdana Menteri Belanda pada masa perang Pieter Gerbrandi berkata:

"Belanda bukan hanya sebuah negara kecil di Eropa. Kami tersebar di 4 benua. Kepemilikan kami di luar negeri adalah alasan keberadaan kami."

_________________________________________________________________

Hindia Belanda, bak mutiara mahkota kerajaan kolonial Belanda, dianggap sebagai raksasa yang tertidur di paruh pertama abad ke-20.

Kekayaan alamnya yang berlimpah, dari karet dan gula hingga kopi, timah, dan minyak bumi, mengalir ke kas Belanda, menopang kejayaan mereka di Eropa.

Namun, di balik gemerlap kolonialisme, benih-benih perlawanan mulai berkecamuk..

Rakyat Indonesia, tak lagi puas menjadi warga kelas dua di tanah air mereka sendiri, terinspirasi oleh gagasan kemerdekaan yang berkobar di seluruh dunia. Pada tahun 1920-an, gerakan Islam dan komunis mulai mengorganisir perlawanan.

Di tahun 1930-an, Soekarno, seorang nasionalis moderat, muncul sebagai pemimpin pergerakan. Belanda mencoba meredam gejolak ini dengan reformasi kecil, namun api kemerdekaan tak kunjung padam.

Kedatangan Jepang pada Perang Dunia II bagaikan badai yang menerjang Hindia Belanda. Penjajah lama digulingkan, digantikan oleh penjajah baru. Namun, di balik kekacauan ini, peluang emas tercipta.

Di bawah pendudukan Jepang, para pemimpin nasionalis Indonesia, termasuk Sukarno dan Hatta, mendapat kesempatan untuk mengorganisir rakyat dan membangun struktur pemerintahan.

Puncaknya tiba pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia. Sukacita kemerdekaan tak berlangsung lama. Belanda, yang telah bangkit kembali dari kekalahan di Eropa, bertekad untuk merebut kembali koloninya.

Upaya Belanda Rebut Kembali Indonesia

Namun, di bekas Hindia Belanda, bayang-bayang penjajahan belum sirna. Musim gugur 1945, pasukan Inggris dan Australia mendarat, menggantikan Jepang.

Kehadiran mereka membawa angin segar bagi rakyat Indonesia yang baru saja memproklamasikan kemerdekaan, namun juga memicu pergolakan baru.

Komando Inggris berusaha menjaga keseimbangan, menduduki kota-kota besar dan menjalin dialog dengan para pemimpin nasionalis. Namun, gesekan tak terhindarkan antara pasukan Inggris dan berbagai milisi Indonesia yang tak ingin terikat kembali dengan kolonialisme.

Bentrokan terbesar terjadi di Surabaya, Oktober-November 1945. Pertempuran heroik ini menjadi awal resmi Perang Kemerdekaan Indonesia.

Sementara itu, di Jakarta, Belanda bangkit dari kekalahannya. Pada 1 Oktober 1945, pemerintahan kolonial kembali di bawah komando Gubernur Jenderal Hubert van Mook. Janji kemerdekaan digembar-gemborkan, namun dengan syarat: masa transisi dan kontrol ketat dari Belanda. Soekarno dan Hatta, pemimpin Republik, dicap "pengkhianat" dan tak diajak berunding.

Van Mook merancang "Amerika Serikat Indonesia" (USI), negara federal yang diwarnai boneka-boneka Belanda di berbagai wilayah. Teror Belanda di Jakarta memaksa para pemimpin Republik pindah ke Yogyakarta, di bawah perlindungan Sultan Hamengkubuwono IX.

Pada Maret 1946, pasukan Belanda dari Eropa tiba. Inggris menarik diri, menyerahkan kota-kota kepada Belanda yang kembali membentuk Tentara Hindia Belanda (KNIL). Api perang kembali berkobar.

Pertempuran sengit terjadi di berbagai penjuru. Belanda melancarkan agresi militer, "Operasi Politieke Actie" (aksi polisional), untuk menumpas Republik. Namun, rakyat Indonesia tak gentar. Diplomasi dan perlawanan bersenjata dijalankan beriringan.

Perundingan Linggadjati (November 1946) dan Renville (Januari 1947) gagal mencapai solusi. Belanda terus melancarkan agresinya, menargetkan Yogyakarta pada "Operasi Kraai" (Desember 1948). Soekarno dan Hatta ditangkap, namun perlawanan tak padam.

Gerilya dan diplomasi terus dijalankan. Konferensi Inter-Indonesia (KII) (1948-1949) menyatukan berbagai kekuatan nasionalis. Serangan balasan Indonesia di bulan Maret 1949 di Yogyakarta ("Serangan Umum 1 Maret") menunjukkan kekuatan Republik.

Tekanan internasional terhadap Belanda meningkat. PBB menuntut penyelesaian damai. Belanda dipaksa ke meja perundingan. Pada Konferensi Meja Bundar di Den Haag (Agustus-September 1949), hingga Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia.

*

OTHER NEWS

1 hour ago

Toyota Innova BEV Jadi Unit Antar-Jemput Hotel-Bandara di Bali

1 hour ago

Dengan 4 Wakil di No.1 Dunia, Media China Panaskan Pemberitaan Sapu Bersih Medali Emas di Paris seperti Olimpiade London

1 hour ago

Kahiyang Ayu Tampil Elegan di Fashion Show Desainer Tanah Air, Lengkapi Tampilan dengan Tas Kulit Buaya

1 hour ago

BEI Komentar soal Semua Pendiri GoTo Kompak Cabut Usai IPO

1 hour ago

Suramnya Kondisi Rumah Subsidi Jokowi di Cikarang, Terbengkalai seperti Kota Mati hingga Jadi Tempat Mesum

1 hour ago

Apa Arti Serdos Istilah Viral TikTok? Dipakai Dosen Gaul,Ternyata Ini Maknanya Singkatan dari Ini

1 hour ago

Bincang Santai dengan Erick Thohir, Prabowo Optimistis Indonesia Lolos ke Piala Dunia

1 hour ago

Dikatai Pasutri Mandul, Siti Badriah dan Krisjiana Baharuddin Legowo Dihujat Sampai Berdoa di Semua Tempat Ibadah: Tolong Doakan Kita Supaya Dapet Anak

1 hour ago

Jadwal Kapal Pelni KM Dorolonda Terbaru Bulan Juli 2024,Cek Daftar Harga Tiket Link Pelni.co.id

1 hour ago

Doa Prabowo untuk Jokowi yang Berulang Tahun ke-63 disertai Foto Naik Kendaraan Taktis

1 hour ago

21 Juni 1970, Presiden Soekarno Meninggal Dunia

1 hour ago

Tekad Pelatih Persib Bojan Hodak di Kancah Asia

1 hour ago

Jakmania Dibuat Kesal Persija,Desak Segera Kenalkan Pemain dan Pelatih Baru untuk Liga 1 2024/2025

1 hour ago

Siapa Bobby Saputra? Ini Biodata Ben Sumadiwiria,Sosok Orang Tua dan Profesi Aslinya

1 hour ago

1 Syarat bagi Italia untuk Lolos ke 16 Besar Euro 2024 Susul Spanyol,Kroasia Bisa jadi Sandungan

1 hour ago

7 Series Netflix Juli 2024 Lengkap dengan Sinopsisnya

2 hrs ago

Penampakan Gambar Satelit di Korea Utara, Ada Tembok Besar di Dekat Perbatasan dengan Korea Selatan

2 hrs ago

Kaohsiung Masters 2024 - Saatnya Alwi Farhan Buyarkan Catatan Gemilang Lawan

2 hrs ago

Proses Cerai, Lee Yoon Jin Jadi Pegawai Hotel di Bali hingga Tuai Pro Kontra Netizen

2 hrs ago

Kisah Keluarga Nabi Muhammad yang Tidak Masuk Islam sampai Wafat

2 hrs ago

Kronologi Virgoun Ditangkap Kasus Narkoba

2 hrs ago

Irjen Sandi Nugroho Sampai Minta Maaf saat Beberkan Hasil Visum Vina Cirebon

2 hrs ago

Inilah Layanan Publik yang Sulit Diakses Bila Belum Memadankan NIK Menjadi NPWP hingga 30 Juni 2024

2 hrs ago

Smartwatch Samsung Galaxy Watch FE Resmi di Indonesia, Ini Harganya

2 hrs ago

Pembelaan Southgate dan Walker Soal Alasan Inggris Bertahan Dalam

2 hrs ago

Hasil Semifinal BWF Bulutangkis Hari Ini,Pasangan Erwiansyah Teges Satriaji Tunjukan Taktik Hebat

2 hrs ago

Copa America 2024: Argentina Vs Kanada 2-0, Messi Membuang 2 Peluang Emas

2 hrs ago

Muncul Motor Cina Jiplak Honda Vario 150 Betul-Betul Sama Persis dari Depan Sampai Belakang!

2 hrs ago

Argentina vs Kanada: Gol Julian Alvarez dan Lautaro Martinez Bawa La Albiceleste Menang

2 hrs ago

Bunuh Diri Memimpin Daftar Pencetak Gol EURO 2024

2 hrs ago

Nathan Tjoe-A-On Kembali ke Eropa, Bertekad Dapat Menit Main di Swansea

2 hrs ago

35 Pantun Sindiran Pedas dan Menohok untuk Orang Sombong,Unggah di Sosmed Biar Kena Mental

2 hrs ago

Kata Kartika Putri Usai Disebut Menyindir Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

2 hrs ago

Jadi Kandidat Pelatih Korsel Lagi, Shin Tae-yong Santai karena Bisa Tandatangan Kapan Saja dengan Timnas Indonesia

2 hrs ago

Luhut Bilang Anggaran Makan Siang Gratis Rp20 Triliun, Sri Mulyani Beri Bocoran

2 hrs ago

Brio Tabrak Pintu Kaca Showroom, Gegara OB Tak Sengaja Injak Pedal Gas

2 hrs ago

Bermunculan, Insiden Ban Dunlop Robek dan Meledak Dialami Pemilik Innova Zenix Lain

2 hrs ago

3 Shio Paling Beruntung sesuai Ramalan Shio Jumat 21 Juni 2024, Full Mujur di Segala Aspek

2 hrs ago

Luhut Ucapkan Selamat Ultah ke Jokowi: Bapak Seharusnya Masuk Kopassus, Pemimpin Teladan

2 hrs ago

Menarawang Masa Depan Toyota Innova EV, Digunakan The Stones Bali Selama 2 Tahun