Sosok Aep Kasus Vina Cirebon Terancam Penjara,Dilaporkan Pengacara Saka Tatal,Ternyata Karena Ini

TRIBUN-MEDAN.com - Sosok Aep kasus Vina Cirebon terancam penjara. Dilaporkan pengacara Saka Tatal. Ini penyebabnya.

Kuasa hukum Saka Tatal melaporkan tiga saksi kasus pembunuhan Vina dan Eky ke polisi.

Diketahui, Saka Tatal, mantan terpidana kasus Vina dan Eki, terus memperjuangkan keadilan.

Terbaru, melalui tim kuasa hukumnya, Saka Tatal melaporkan tiga saksi kasus tersebut ke Polres Cirebon Kota pada Minggu (9/6/2024).

Adapun ketiga saksi tersebut adalah Liga Akbar, Aep, dan Dede.

Farhat Abbas, salah satu kuasa hukum Saka Tatal, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk mencari bukti baru (novum) dalam kasus yang dihadapi kliennya.

"Agenda kami malam ini adalah melaporkan Aep, Dede dan Liga Akbar ke Polres Cirebon Kota," ujar Farhat dalam wawancara, pada Senin (10/6/2024) dini hari.

sosok aep kasus vina cirebon terancam penjara,dilaporkan pengacara saka tatal,ternyata karena ini

EKSPRESI Saka Tatal Usai 5 Jam Dicecar Polisi Jadi Sorotan, Mendadak Bungkam, Ini Kata Kuasa Hukum (Tribun Jabar)

Selain ketiga saksi tersebut, Farhat menjelaskan bahwa timnya sebenarnya juga berencana melaporkan Sudirman, terpidana kasus Vina yang divonis seumur hidup.

Namun, rencana ini ditunda karena keberatan dari Titin, pengacara Sudirman yang juga merupakan kuasa hukum Saka.

Menurut Farhat, keterangan Sudirman saat BAP justru memberatkan Saka hingga terseret dalam kasus ini.

"Karena pengacara Sudirman adalah Bu Titin, dan Bu Titin keberatan jika harus melaporkan Sudirman, maka kami memutuskan untuk menunda laporan tersebut," ucapnya.

Lebih lanjut, Farhat menyampaikan, bahwa tanpa laporan pidana, timnya kesulitan menemukan bukti baru yang dapat memperkuat pembelaan untuk Saka Tatal.

"Namun, di sisi lain, bagaimana kita bisa menemukan novum jika kita tidak membuat laporan pidana?," jelasnya.

Kendati begitu, tim kuasa hukum Saka Tatal memutuskan untuk melaporkan Liga Akbar karena perubahan kesaksiannya dianggap dapat mempengaruhi kronologi kejadian pembunuhan pada poin-poin tertentu.

"Kami melaporkan Liga Akbar karena kesaksiannya yang dicabut sekarang bisa mengubah kronologi kejadian pembunuhan pada poin-poin tertentu," katanya.

Selain itu, Farhat juga mempertanyakan kesaksian Aep dan Dede yang tidak pernah hadir di pengadilan.

"Aep dan Dede tidak pernah hadir di pengadilan. Pertanyaannya, bagaimana Aep bisa melihat wajah dari jarak 100 meter pada malam hari dan menyebutkan nama-nama secara detail? Seharusnya dia hadir di persidangan dulu jika memang yakin dengan kesaksiannya," ujarnya.

Adapun laporan yang dibuat berdasarkan keterangan Aep dan Dede dianggap kurang valid karena kedua saksi tidak dihadirkan oleh jaksa dalam persidangan.

"Kami membuat laporan karena memiliki bukti BAP. Bukti itu ada di Bu Titin, tapi sampai sekarang belum diserahkan," ucap Farhat.

Meski demikian, Farhat menegaskan bahwa pihaknya memiliki salinan bukti dari polisi.

"Meskipun bukti BAP-nya disembunyikan, tidak ada masalah, karena polisi masih memiliki kopian," jelasnya.

Farhat juga membawa putusan pengadilan negeri yang sudah berkekuatan hukum sebagai bukti tambahan.

Sementara, pantauan Tribun di lokasi, rombongan Saka dan kuasa hukumnya tiba di Mako Polres Cirebon Kota di Jalan Veteran, Kelurahan Kebonbaru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon pada pukul 22.00 WIB.

Namun, hingga Senin dini hari, laporan tersebut belum selesai dilakukan dan rombongan sempat keluar terlebih dahulu untuk mengadakan jumpa pers dengan media.

Sebelumnya, kesaksian terbaru Liga Akbar ini justru mengancam nasib Aep, saksi yang mengaku mengetahui kasus pembunuhan Vina.

Liga Akbar adalah sahabat Eki yang beberapa jam sebelum kejadian masih nongkrong dengan kedua korban di sebuah warung.

Dalam kesaksian terbaru Liga Akbar membantah adanya aksi pelemparan dan pengejaran yang dilakukan segerombolan pemuda terhadap dia, Vina dan Eki.

Padahal sebelumnya dalam persidangan tahun 2016, Liga mengakui adanya pelemparan tersebut.

Liga yang notabene teman dekat Eki juga mengaku tidak mengenal Pegi Setiawan yang kini menjadi tersangka dalang kasus Vina Cirebon.

Menurut kuasa hukum Liga Akbar, Yudia Alamsyach, alasan kliennya mencabut keterangan sebelumnya karena ingin tenang.

Terancam Penjara 7 Tahun

Di sisi lain, kesaksian Aep ini pula disorot oleh Susno Duadji, eks Kabareskrim Polri yang meyakini 100 persen kesaksian Aep bohong.

Seperti diketahui, Aep menguak kesaksian yang mengaku melihat kejadian saat pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon tahun 2016 silam.

Dalam kesaksiannya, Aep menyakini jika Pegi Setiawan alias Perong DPO yang ditangkap adalah pelaku asli.

"Kalau Aep 100 persen bohong, l00 meter itu jauh jam 10 malam bisa melihat wajahnya gak dalam kondisi gelap gak kenal orangnya, tapi lihat wajahnya, pakai apa dia melihatnya," ucap Susno Duadji. Dilansir dari Youtube Intens Investigasi.

Kendati begitu, Susno menduga bisa jadi kedua saksi ini pelaku penghilangan nyawa Vina dan Eky di Cirebon.

"Bisa jadi (pelakunya), polisi lebih pintar dari saya, biarkan kita berikan kesempatan kepada penyidik sekarang, pasti sekarang mencari Aep itu," terang Susno.

Adapun ancamannya bisa 7 tahun penjara karena membuat orang terpidana.

"Sekarang banyak sekali panggung disorot berbagai TV siapa pun ingin muncul, tapi dia gak tau akibatnya kalau salah ngomong akibatnya 7 tahun penjara," sambungnya.

Sebagaimana diketahui, peristiwa pembunuhan dan rudapaksa terhadap Vina terjadi pada 27 Agustus 2016 di Jalan Raya Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Vina dan Eky disebut dibunuh secara sadis oleh sejumlah anggota geng motor.

Setelah membunuh korban, geng motor ini merekayasa kematian korban seolah Vina dan kekasihnya tewas karena kecelakaan.

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram , Twitter dan WA Channel

OTHER NEWS

2 hrs ago

Efek Samping Tanaman Kratom, Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Manusia

2 hrs ago

Sudah 6 Pj Kepala Daerah Mundur karena Hendak Maju Pilkada 2024

2 hrs ago

Siaran Langsung dan Link Live Streaming Euro 2024, Kroasia Vs Italia

2 hrs ago

ASEAN Cup U-16 2024 - Instruksi Nova Arianto Jelang Timnas Indonesia Hadapi Filipina: Pesta Gol!

2 hrs ago

Tips agar Rem Skutik Tidak Blong Saat di Turunan

2 hrs ago

Teuku Rifnu Wikana dan Peran Antagonis

2 hrs ago

Taktik Licik Bandit Mobil Rental di Pati, Ubah Dua Hal Ini Biar Enggak Ketahuan

2 hrs ago

Perombakan Skuad Manchester United Bikin Lionel Messi Senang,Sosok Varane Bisa Buat Beban Berkurang

2 hrs ago

NEKAT Akhiri Hidup,Dikenal Tertutup andamp Jarang Curhat,Tulis Pesan ,Tuhan Aku Capek, ke Diri Sendiri

2 hrs ago

Jokowi Tak Puas Pariwisata RI Kalah dari Vietnam dan Malaysia

2 hrs ago

Rotasi Pj Gubernur, Mendagri Bantah Presiden Cawe-cawe Pilkada 2024

2 hrs ago

Alasan Komedian Adul Batal Operasi Mata Sebelum Diisukan Alami Kebutaan,Tak Singgung Soal Biaya

2 hrs ago

Harga HP iPhone 13 Pro Max dan Spesifikasinya,Punya Kamera Night Mode Tak Tertandingi

2 hrs ago

Mengenal Peretas Lockbit 3.02 yang Bikin PDN Down dan Minta Tebusan US$8 Juta

2 hrs ago

ASEAN Cup U-16 2024 - DNA Timnas Indonesia dan Eksperimen Nova Arianto Buat Pelatih Filipina Ketar-ketir

2 hrs ago

Gejala Awal Infeksi Bakteri Pemakan Daging yang Hantui Warga Jepang

2 hrs ago

5 Rekomendasi Skincare yang Mengandung Retinol Mulai Rp 20 Ribuan!

2 hrs ago

Ini 5 Jenis Makanan yang Bikin Kolesterol Naik, Bukan Daging Kambing

3 hrs ago

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP Halaman 148: Pada Bab Berapa Bencana Tsunami Dikisahkan?

3 hrs ago

Reaksi Nisa Setelah Kisah Nyata Hidupnya Dijadikan Film Ipar Adalah Maut

3 hrs ago

Wajah Amanda Manopo Tak Melulu Mulus,Eks Tandem Arya Saloka Akui Pernah Minder ke Lokasi Syuting

3 hrs ago

Gegerkan Jepang, Apa Itu Bakteri danquot;Pemakan Dagingdanquot;? 77 Orang Meninggal Dunia

3 hrs ago

Apakah Sah Wudhu yang Tidak Dibasuh Sebanyak 3 kali? Begini Penjelasan Buya Yahya Soal Rukun Wudhu

3 hrs ago

Film Ipar adalah Maut Trending! Fakta Terkuak Soal Michelle Ziudith

3 hrs ago

Tanggalan Jawa Hari Ini Senin Pahing 24 Juni 2024 - 17 Besar 1957 Tahun Jawa - 17 Zulhijah 1445 H

3 hrs ago

Seberapa Kaya Bambang Trihatmodjo? Saham Anak Soeharto Dimana-mana,Terkuak Uang Bulanan Mayangsari

3 hrs ago

Foto Lawas Rika Callebaut,Dulu Main Sinetron Jadi ART,Makin Glow Up Setelah Dinikahi Cucu Soeharto

3 hrs ago

Potret Ultah Reino yang Dirayakan Syahrini Disorot,Fans Kaget Tulisan di Balon hingga Ucapan Ayah

3 hrs ago

Server PDN Down 80 Jam: Ancaman Siber dan Ketahanan Infrastruktur Digital

3 hrs ago

Didepak PSM Makassar,Victor Mansaray Ditampung PSS Sleman? Mantan Borneo FC Ikut Disenggol

3 hrs ago

Daftar 33 Pemain untuk TC Timnas U-19: Ada Jens Raven & Welber Jardim

3 hrs ago

Tiga Mantan Pemain Timnas Indonesia Hadiri Launching Soccer Chief

3 hrs ago

PM Israel: Perang di Gaza akan Mereda

3 hrs ago

Kunci Jawaban Game Brain Test 4: Sobat Rumit Level 347,Saya Harus Sampai ke Lantai 5

3 hrs ago

Profil Talulah Riley, Mantan Istri Elon Musk yang Menikah dengan Thomas Brodie-Sangster

3 hrs ago

Kebiasaan Sepele Jarang Isi Full Bahan Bakar di Motor Injeksi, Ini Dampak Negatifnya

3 hrs ago

Harga Setara Rp 27 Jutaan, Ini Penampakan Motor Sport Baru Honda Hornet 2.0

3 hrs ago

Jelang Laga Timnas U-16 Indonesia Vs Filipina, Nova Arianto Waspadai Kebangkitan Sang Anjing Jalanan Muda

3 hrs ago

Pernyataan Erick Thohir soal Shin Tae-yong Jadi Sorotan Media Korea Selatan

3 hrs ago

Hitung-hitungan Kans Anies Maju Pilkada Jakarta 2024 Usai PKS Berpaling