12 Fakta Aardakh, Pengusiran Selama Perang Dunia II oleh Joseph Stalin

Asia's Tech News Daily

12 Fakta Aardakh, Pengusiran Selama Perang Dunia II oleh Joseph Stalin
© Disediakan oleh IDN Times

Aardakh, atau genosida orang Chechnya dan orang Ingush, adalah salah satu dari banyak deportasi paksa yang dilakukan Uni Soviet terhadap etnis minoritas dan penduduk asli. Sebagian besar deportasi hanya memakan waktu beberapa minggu, mereka dipaksa meninggalkan tempat tinggal mereka pada tahun 1944.

NKVD bahkan mengundang orang-orang Chechnya dan Ingush untuk bergabung dalam perayaan. Tapi bukannya perayaan, mereka disambut dengan senjata dan diperintahkan ke pengasingan. Mereka yang berperang melawan tentara Hitler juga ditangkap dan diasingkan secara paksa.

Ribuan tewas selama pengusiran awal dan ribuan lainnya meninggal selama tahun-tahun mereka di pengasingan. Mereka yang melawan juga akan dikirim ke kamp-kamp penjara dan dilarang membicarakan deportasi massal. Selama waktu ini, rezim Stalinis juga terlibat dalam genosida budaya karena menghancurkan bukti apapun dari orang-orang Chechnya dan Ingush di Kaukasus Utara. Pengasingan paksa secara resmi berlangsung selama 13 tahun, tetapi pada tahun 2021, beberapa masih tidak dapat kembali ke tanah air mereka. Inilah fakta tragis tentang deportasi Aardakh oleh Joseph Stalin.

1. ‘Pembersihan’ Stalin

12 Fakta Aardakh, Pengusiran Selama Perang Dunia II oleh Joseph Stalin
© Disediakan oleh IDN Times 12 Fakta Aardakh, Pengusiran Selama Perang Dunia II oleh Joseph Stalin

Pada tahun 1934, pembunuhan Sergei Kirov dijadikan sebagai alasan oleh Joseph Stalin untuk melancarkan kampanye penindasan di seluruh Uni Soviet yang dikenal sebagai Pembersihan Besar, atau Teror Besar. Teror Besar berlangsung hingga 1939. Selama itu NKVD dan rezim Stalinis membunuh, memenjarakan, dan mendeportasi jutaan orang secara paksa. Dilansir laman The Conversation, Stalin termotivasi karena paranoid akan potensi kontra-revolusi.

Menurut Soviet Repression Statistics, perkiraan dari jumlah kematian akibat penindasan pada tahun 1937—38 adalah kisaran 950.000—1,2 juta jiwa. Beberapa orang dieksekusi langsung, sementara yang lain tewas di Gulag.

Operasi ini menargetkan mantan kulak, petani pemilik tanah yang dilikuidasi sebagai kelas sosial pada awal 1930-an, serta pejabat pemerintah dan anggota Tentara Merah. Menurut Michigan State University, Teror Besar diselingi oleh tiga persidangan dari mantan Komunis berpangkat tinggi. Pada tahun 1937, Teror Besar telah diperluas untuk mencakup penjahat residivis, mantan kulak, dan ‘elemen anti-Soviet’ lainnya.

2. Menargetkan etnis minoritas

12 Fakta Aardakh, Pengusiran Selama Perang Dunia II oleh Joseph Stalin
© Disediakan oleh IDN Times 12 Fakta Aardakh, Pengusiran Selama Perang Dunia II oleh Joseph Stalin

Rezim Stalinis sangat tidak mempercayai etnis minoritas. Selama likuidasi kulak, Ukraina menjadi sasaran dan kira-kira 1/5 dari semua hukuman mati yang tercatat terjadi di Soviet Ukraina, dan angka ini tidak termasuk penduduk asli Ukraina yang ditembak di Gulag, tulis Timothy Snyder di buku Bloodlands.

Siapa pun yang memiliki hubungan dengan negara asing, bahkan jika ia bagian dari diaspora yang telah tinggal di Kekaisaran Rusia selama berabad-abad, serta dianggap tidak setia, mereka akan ditangkap ataupun dieksekusi, lapor SciencesPo. Akibatnya, orang Estonia, Finlandia, Jerman, Iran, Korea, Kurdi, Latvia, dan Polandia menjadi sasaran pembersihan etnis, meskipun ini bukan daftar yang lengkap.

Ini bukan pertama kalinya otoritas Soviet menargetkan etnis minoritas. Sepanjang tahun 1935 sampai 1936, banyak deportasi di daerah perbatasan. Namun, operasi ini tidak semata-mata berkaitan dengan etnisitas. Misalnya, pada tahun 1935, ketika beberapa etnis Rusia yang pernah bekerja di perkeretaapian China-Manchuria kembali ke Uni Soviet, lintas batas dengan Kharbintsy [pekerja kereta api] yang tersisa di China mengubah mereka menjadi berkebangsaan diaspora, terlepas dari kenyataan bahwa mereka sama sekali bukan bagian dari diaspora.

3. Menuduh banyak kaum minoritas

12 Fakta Aardakh, Pengusiran Selama Perang Dunia II oleh Joseph Stalin
© Disediakan oleh IDN Times 12 Fakta Aardakh, Pengusiran Selama Perang Dunia II oleh Joseph Stalin

Pada akhir Perang Dunia Kedua, rezim Stalinisme kembali menargetkan etnis minoritasnya, kali ini menuduh bahwa mereka terlibat dalam pengkhianatan. Pada tahun 1943 dan 1944, Stalinis mulai mendeportasi seluruh penduduk Tatar Krimea, Kalmyk, Chechnya, Ingush, Balkar, Karachai, dan Turki Messkhetian ke Asia Tengah. Mereka dituduh bekerja sama dengan fasis, meskipun faktanya garis depan Jerman tidak pernah sampai ke Chechnya, lapor The Jamestown Foundation.

Deportasi tahun 1940-an berbeda dari deportasi sebelumnya di mana seluruh kebangsaan dan kelompok etnis dianggap ‘orang-orang yang dihukum’. Setiap anggota kelompok etnis yang ‘dihukum’ menjadi sasaran berbagai diskriminasi, mulai dari deportasi hingga kerja paksa; semua struktur administrasi dihapuskan di daerah-daerah yang ‘dihukum’ dan republik-republik otonom.

Dalam The Origins of Soviet Ethnic Cleansing, Terry Martin menulis bahwa deportasi paksa terhadap etnis minoritas berlanjut dari tahun 1944 hingga 1953 ketika orang-orang Armenia, Yunani, Bulgaria, dan Khmshil juga dideportasi. Selain itu, Stalin merencanakan deportasi ke Siberia dari seluruh populasi Yahudi Soviet pada bulan-bulan sebelum kematiannya.

4. Siapa sebenernya orang Chechnya dan Ingush? 

12 Fakta Aardakh, Pengusiran Selama Perang Dunia II oleh Joseph Stalin
© Disediakan oleh IDN Times 12 Fakta Aardakh, Pengusiran Selama Perang Dunia II oleh Joseph Stalin

Chechnya dan Ingush adalah bagian dari masyarakat adat Kaukasus Utara yang dikenal sebagai masyarakat Vainakh. Mereka adalah dua kelompok etnis yang berbeda, meskipun memiliki kesamaan bahasa dan menganut Islam, tetapi budaya agama mereka berbeda. Mengutip laman Minority Rights, di bawah pemerintahan Soviet, oblast otonom Ingush dan Chechnya digabung menjadi satu pada Januari 1934. Tiga tahun kemudian, oblast itu menjadi ASSR [Republik Sosialis Soviet Otonom]. Namun, selama deportasi paksa, ASSR Chechen-Ingush dibubarkan. 

Dalam The Vainakhs, George Anchabadze menulis bahwa orang-orang Chechnya dan Ingush mengalami ketidakmanusiawian dari rezim Bolshevist. Sejak tahun-tahun pertama Sovietisasi, para pejabat Cheka (Komite Khusus) mulai menyingkirkan kaum intelektual dan imam lama, dan mereka yang tidak dapat diandalkan oleh pemerintah.

Selama Perang Dunia II, 40.000 orang Chechnya dan Ingush berperang melawan Hitler di front Soviet-Jerman bersama ribuan tentara Soviet lainnya. Namun, mereka masih dianggap berkhianat setelah mereka selesai berperang, rezim Stalinis juga mendeportasi mereka.

5. Operasi Lentil

12 Fakta Aardakh, Pengusiran Selama Perang Dunia II oleh Joseph Stalin
© Disediakan oleh IDN Times 12 Fakta Aardakh, Pengusiran Selama Perang Dunia II oleh Joseph Stalin

Pada tanggal 20 Februari 1944, Lavrentiy Beria, kepala NKVD, memimpin 120.000 pasukan khusus ke Grozny untuk melakukan pemindahan paksa, yang dikenal sebagai ечевица (Chechevitsa), atau Operasi Lentil. Tiga hari kemudian, laki-laki Chechnya dan Ingush dari setiap desa diundang untuk ambil bagian dalam perayaan Hari Tentara Merah. Tetapi ketika mereka sampai di sana, mereka dikelilingi oleh tentara yang membacakan dekrit untuk pengusiran mereka. Mereka diberi waktu kurang dari satu jam untuk membawa apa yang mereka butuhkan, setiap keluarga diizinkan membawa sekitar 20 kg barang, lalu dipindahkan secara paksa ke stasiun kereta api untuk dibawa ke pengasingan.

Pemindahan paksa Chechnya dan Ingush berlangsung hingga bulan Maret. Dalam seminggu, hampir 500.000 orang telah diusir. Beberapa dibawa ke Kazakhstan atau Republik Asia Tengah lainnya, sementara yang lain dikirim ke timur ke Siberia dengan truk ternak atau gerbong barang.

Siapa pun yang tidak mau dipindahkan akan dibunuh. Mereka yang mencoba bersembunyi dibunuh juga dan ditangkap atau diasingkan. Operasi ini juga tidak terbatas pada mereka yang tinggal di Kaukasus. Orang-orang Chechnya yang tinggal di wilayah lain juga diharuskan pindah.

6. Pembantaian Khaibakh

12 Fakta Aardakh, Pengusiran Selama Perang Dunia II oleh Joseph Stalin
© Disediakan oleh IDN Times 12 Fakta Aardakh, Pengusiran Selama Perang Dunia II oleh Joseph Stalin

Pada tanggal 27 Februari 1944, tentara NKVD mengalami kesulitan untuk memindahkan penduduk desa Khaibakh, di Distrik Galanchozh Chechnya, karena banyak dari mereka adalah lansia. Mereka akhirnya membawa 700 penduduk desa, termasuk orang tua, wanita, dan anak-anak, ke dalam lumbung dan membakar mereka hidup-hidup. Dalam The Gardening States, Duco Heijs menulis bahwa tentara menembaki mereka yang mencoba melarikan diri. 

Dikenal sebagai Pembantaian Khaybakh, atau juga dieja Khaibakh, setelah itu pasukan Stalinis juga tidak membersihkan mayat-mayat setelah pembantaian tersebut. Mengutip laman Historical Dictionary of the Chechen Conflict, Lavrentiy Beria mempromosikan Kolonel Gveshiani, perwira NKVD yang bertanggung jawab atas pembantaian Khaibakh. Tetapi laporan tentang pembantaian itu “ditutupi.”

Seperti yang ditulis Remembrance and Forgiveness, sebuah film Chechnya dilarang pada tahun 2014 karena menggambarkan pembantaian dan deportasi tahun 1944. Film tersebut dianggap dapat memicu ketegangan antar-etnis, dan Kementerian Kebudayaan Rusia berpendapat bahwa tidak ada bukti pembunuhan massal. 

7. Diasingkan ke Siberia Timur dan Asia Tengah

12 Fakta Aardakh, Pengusiran Selama Perang Dunia II oleh Joseph Stalin
© Disediakan oleh IDN Times 12 Fakta Aardakh, Pengusiran Selama Perang Dunia II oleh Joseph Stalin

Sebagian besar orang Chechnya dan Ingush dibawa dengan gerbong kereta biasa untuk dibawa ke Kazakhstan dan Kirgistan, sementara yang lain dibawa ke Siberia Timur dalam perjalanan yang berlangsung selama 20—30 hari. Mereka yang pernah melawan Jerman di garis depan, didemobilisasi dan dikirim ke kamp kerja paksa sebelum akhirnya bergabung dengan rekan-rekan mereka yang dideportasi di pengasingan pada akhir tahun 1944.

Pengusiran orang-orang dari daerah dataran tinggi melibatkan kekejaman. Penduduk dari banyak desa dipaksa untuk berbaris dan berjalan di salju. Orang tua dan orang yang sakit ditembak di tempat atau ditebas bayonet. Orang-orang yang membantu mereka langsung dibunuh oleh tembakan senapan mesin.

Begitu orang-orang Chechnya dan Ingush dideportasi secara paksa, orang-orang Ukraina, Rusia, dan penduduk Kaukasus Utara lainnya pindah ke rumah-rumah kosong. Rezim Stalinis menghancurkan bukti budaya Chechnya dan Ingush. Batu nisan dihancurkan, manuskrip kuno dibakar, dan menara-menara berusia berabad-abad juga dirobohkan. 

8. Pengasingan 13 tahun

12 Fakta Aardakh, Pengusiran Selama Perang Dunia II oleh Joseph Stalin
© Disediakan oleh IDN Times 12 Fakta Aardakh, Pengusiran Selama Perang Dunia II oleh Joseph Stalin

Sekitar 13 tahun kemudian, orang Chechnya dan Ingush terpaksa tinggal di desa pengasingan mereka. Meski secara fisik tidak tertutup kawat berduri, namun pergerakan mereka tetap terpantau. Mereka tidak diizinkan pergi lebih dari tiga mil dari kamp, dan setiap bulan atau bahkan setiap 15 hari, mereka harus mendaftar ke kantor NKVD setempat (spetskomandatur). 

BBC menulis bahwa beberapa orang Ingush terpaksa tinggal dengan orang setempat yang tidak terlalu senang dengan situasi tersebut dan tidak mau berkomunikasi dengan mereka. Dilansir laman Irish Times, rupanya, penduduk setempat telah diberitahu bahwa mereka adalah ‘pemberontak’.

NKVD juga memaksa orang-orang Chechnya dan Ingush untuk bekerja di pabrik-pabrik, mereka menerima upah yang tidak layak untuk kerja keras mereka. Sementara itu, anak-anak dikirim ke sekolah dasar Rusia dan juga dilarang menggunakan bahasa mereka sendiri. Beberapa dari mereka menolak untuk mematuhi, setidaknya 4.000 akhirnya dikirim ke kamp-kamp penjara di Krasnoyarsk. 

9. Berapa perkiraan jumlah kematian? 

12 Fakta Aardakh, Pengusiran Selama Perang Dunia II oleh Joseph Stalin
© Disediakan oleh IDN Times 12 Fakta Aardakh, Pengusiran Selama Perang Dunia II oleh Joseph Stalin

Sangat sulit untuk mengetahui berapa banyak orang yang meninggal selama deportasi paksa dan pengasingan ini. OC Media memperkirakan bahwa sepertiga dari orang yang dideportasi meninggal selama perjalanan atau pada tahun-tahun pertama kehidupan di pengasingan. Human Rights Watch melaporkan bahwa sekitar 24,7 persen orang Kaukasia yang dideportasi (termasuk Karachays, Balkars, Chechnya, dan Ingush) meninggal selama lima tahun pertama.

Berdasarkan laporan NKVD, diperkirakan antara 14,6 persen dan 23,7 persen orang yang dideportasi secara paksa meninggal selama tiga tahun pertama. Angka kasar ini, tidak termasuk dengan mereka yang meninggal selama pengusiran awal dan perjalanan. Selama beberapa bulan pertama, puluhan ribu orang meninggal karena kelaparan.

Selama beberapa tahun pertama, ribuan orang tewas karena penyakit, kekurangan gizi, kekurangan pasokan dasar (seperti pakaian atau alas kaki) dan tidak adanya perawatan medis. Tetapi karena orang-orang Chechnya dan Ingush dikecualikan dari sensus penduduk selama tahun-tahun pengasingan mereka. Akibatnya, perkiraan 125.000 kemungkinan adalah angka terendah. Laporan NKVD juga memperkirakan bahwa 30 persen orang meninggal antara tahun 1944 hingga 1952. Sejarawan Chechnya mengklaim angka kematian mendekati 50 persen, meskipun perkiraan ini berdasarkan kesan dan kesaksian, bukan sensus atau studi.

10. Sejarahnya ditulis ulang dengan perspektif yang berbeda

12 Fakta Aardakh, Pengusiran Selama Perang Dunia II oleh Joseph Stalin
© Disediakan oleh IDN Times 12 Fakta Aardakh, Pengusiran Selama Perang Dunia II oleh Joseph Stalin

Setelah deportasi, sejarah Soviet ditulis ulang. Orang-orang Chechnya digambarkan sebagai ‘pengkhianat’, ‘bandit yang haus darah dan pembangkang’. Secara historis, orang-orang Chechnya dan Ingush menentang pemerintahan kolonial Rusia, jadi sangat mudah bagi rezim Stalinis untuk memainkan stereotip dan propaganda yang sudah ada.

Tokoh sejarah juga ditulis ulang. Menurut A Revolt of Social Memory, Imam Shamil, yang diperlakukan sebagai simbol perjuangan melawan rezim tsar selama tahun 1920-an dan 1930-an, tiba-tiba digambarkan sebagai pengkhianat dan mata-mata Anglo-Turki. Namanya juga dilarang. 

Otoritas lokal ASSR Chechnya-Ingush juga memainkan peran tidak langsung sebelum dan selama deportasi. Selama tahun 1930-an, mereka membesar-besarkan perlawanan orang-orang Chechnya terhadap Sovietisasi dan kolektivisasi. Pihak berwenang setempat juga memuji orang-orang Chechnya karena memerangi Jerman, tetapi menuduh mereka bekerja sama dengan Jerman. 

11. Kembalinya dari pengasingan

12 Fakta Aardakh, Pengusiran Selama Perang Dunia II oleh Joseph Stalin
© Disediakan oleh IDN Times 12 Fakta Aardakh, Pengusiran Selama Perang Dunia II oleh Joseph Stalin

Pada tahun 1957, Perdana Menteri Nikita Khrushchev mengeluarkan dekrit yang mengizinkan orang-orang yang dideportasi untuk kembali ke tanah air mereka. Namun, baru terwujud pada tahun 1989. Keputusan ini membuka jalan bagi para penyintas untuk mendapatkan kompensasi. Tetapi keputusan ini tidak dapat menghapus stigmatisasi atau trauma yang dihadapi penyintas.

Mereka yang kembali ke wilayah mereka juga harus membeli rumah karena tempat tinggal mereka ditempati orang lain. Banyak dari penjajah berbahasa Rusia juga memprotes kembalinya penduduk asli dan ada beberapa kerusuhan di Grozny. Prasangka terhadap orang-orang Chechnya dan Ingush juga tetap berlanjut, mereka dipandang sebagai pengkhianat.

Pada tahun 1991, pemerintah Yeltsin mengesahkan Undang-Undang tentang Rehabilitasi Masyarakat Tertindas. Namun menurut International Crisis Group, undang-undang tersebut tidak dapat memastikan bahwa pemindahan wilayah akan berjalan lancar. Pada tahun 2021, orang Chechnya dan Ingush masih belum dapat kembali ke rumah dan desa mereka di Distrik Aukh di Dagestan.

12. Nasib para penyintas deportasi saat ini

12 Fakta Aardakh, Pengusiran Selama Perang Dunia II oleh Joseph Stalin
© Disediakan oleh IDN Times 12 Fakta Aardakh, Pengusiran Selama Perang Dunia II oleh Joseph Stalin

Pada saat deportasi dan sesudahnya, banyak saksi dilarang berbicara tentang deportasi tersebut. Pembungkaman ini secara langsung mempengaruhi orang-orang yang dideportasi. Orang-orang Chechnya tidak memiliki hak untuk berbicara secara terbuka tentang pengasingan paksa yang mereka alami, atau bahkan menulis kesaksian tentang pengalaman traumatis mereka.

UNPO menulis bahwa pada tahun 2004, Parlemen Eropa secara resmi mengakui Aardakh, genosida rakyat Chechnya. Sementara itu, undang-undang tahun 1991 mengakui bahwa tindakan Soviet terhadap negara-negara tertentu dianggap sebagai pencemaran nama baik dan genosida. Meskipun banyak kesaksian tentang Pembantaian Khaybakh, pemerintah Rusia menolak untuk mengakui bahwa itu pernah terjadi.

Setelah jatuhnya Uni Soviet, gerakan separatis di Chechnya mulai berjuang untuk nasib mereka sendiri, yang ditekan oleh Federasi Rusia selama dua perang, tulis DW. Pada tahun 2000, setelah Vladimir Putin berkuasa, ia menyatakan Chechnya berada di bawah kekuasaan Rusia, tiga tahun kemudian, Chechnya secara resmi diserap ke dalam Federasi Rusia dengan “pemerintah boneka”. Pada 2021, Chechnya tetap menjadi lokasi pelanggaran hak asasi manusia yang sering terjadi, dari segala bentuk perbedaan pendapat dan kritik.

Itulah dua belas fakta sejarah tentang deportasi Aardakh pada masa pemerintahan Joseph Stalin. Semoga menambah wawasanmu tentang sejarah Rusia, ya! 

Internet Explorer Channel Network
Asia's Tech News Daily
News Related

OTHER NEWS

Putra Ustaz Arifin Ilham Meninggal, UYM: Rasanya Baru Kemarin...

© JPNN.COM Putra Ustaz Arifin Ilham Meninggal, UYM: Rasanya Baru Kemarin… jpnn.com, JAKARTA – Ustaz Yusuf Mansur (UYM) yang saat ini sedang berada di Mesir juga menyampaikan kabar duka atas ... Read more »

Holding Pariwisata Diharapkan Kembangkan Kerja Sama

© Antara/Nyoman Hendra Wibowo Wisatawan mengunjungi Desa Wisata Penglipuran di Bangli, Bali, Sabtu (27/11). Pengamat penerbangan Gatot Rahardjo mengharapkan holding pariwisata dan pendukung dapat mengembangkan kerja sama. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengamat ... Read more »

Supaya Jalan Kaki Tambah Bermanfaat untuk Tubuh Tingkatkan dengan 3 Latihan Ini

© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto TEMPO.CO, Jakarta – Berjalan kaki mungkin terlihat mudah dibanding olahraga lagi. Tapi manfaatnya sangat luas, menurut pelatih Onyx Juliet Root. Berjalan meningkatkan daya tahan ... Read more »

113 Siswa Positif, Klaster Sekolah Lonjakkan Kasus Covid-19 di Riau

© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto TEMPO.CO, Pekanbaru – Sejumlah daerah melaporkan penambahan kasus positif Covid-19. Termasuk di antaranya adalah Riau yang disumbang penularan kasus baru di antaranya di sebuah ... Read more »

Mantan Perdana Menteri Kamboja Norodom Ranariddh Meninggal

© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto TEMPO.CO, Jakarta – Mantan Perdana Menteri Kamboja Pangeran Norodom Ranariddh meninggal pada usia 77 tahun. Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dalam keterangan Minggu, 28 ... Read more »

[BREAKING] Innalillahi, Anak Ustaz Arifin Ilham Meninggal Dunia

© Disediakan oleh IDN Times Jakarta, IDN Times – Kabar duka datang dari keluarga almarhum Ustaz Arifin Ilham. Anak kedua Arifin Ilham, Muhammad Amer Azzikra, wafat pada Senin (29/11/2021). Berita ... Read more »

Fakta-fakta Terbaru Kasus Mutilasi Driver Ojol di Bekasi, Motif Pelaku hingga Pelaku Keluarga Korban

© Warta Kota/Henry Lopulalan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan didampingi Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan dan Kasat Reskrim Metro Bekasi saat merilis kasus mutilasi ... Read more »

Dokter di Afsel Ungkap Kondisi Pasien Varian Omicron: Tak Alami Gejala Parah

© Disediakan oleh Kumparan Ilustrasi Virus Corona. Foto: Shutter Stock WHO menetapkan varian Omicron sebagai varian berbahaya atau Variant of Concern (VoC) karena memiliki mutasi yang banyak dan mengkhawatirkan. Sebelumnya, ... Read more »

Apakah varian omicron yang lebih menular sudah masuk Indonesia? Ini kata Menkes

© DW.com Apakah varian omicron yang lebih menular sudah masuk Indonesia? Ini kata Menkes KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dunia saat ini tengah dicemaskan dengan kemunculan varian baru Covid-19 Omicron. Apakah varian ini ... Read more »

Epidemiolog FKM UI: Antisipasi Omicron Harus Pertimbangkan Transmisi Komunitas

© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto TEMPO.CO, Jakarta – Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Iwan Ariawan memaparkan langkah antisipasi varian baru Covid-19 jenis Omicron (B 11529). ... Read more »

Aturan PPKM Level 3 Saat Natal dan Tahun Baru, Berlaku 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022

© Tribunnews/Irwan Rismawan Pedagang menempelkan kartu vaksinasi Covid-19 yang dicetak besar di Pasar Santa, Jakarta Selatan, Minggu (5/9/2021). Aturan dan ketentuan terbaru PPKM Level 3 saat perayaan Hari Natal dan ... Read more »

Fakta-fakta Varian Baru Covid-19 Omicron, Miliki Lebih dari 30 Mutasi Protein Lonjakan

© Freepik Ilustrasi virus corona TRIBUNNEWS.COM – Beberapa negara telah melarang perjalanan dari beberapa negara Afrika, termasuk Afrika Selatan, Botswana, Zambia, dan Zimbabwe, karena kekhawatiran atas varian baru sejak Kamis ... Read more »

Buruh Akan Kepung Balai Kota Hari Ini, Minta Anies Cabut Keputusan UMP DKI 2022

© Disediakan oleh Kompas.com Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) DKI Jakarta melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (10/11/2021) siang. JAKARTA, KOMPAS.com – ... Read more »

Iker Lecuona Bangga Sempat Bersaing dengan Valentino Rossi

© Gold and Goose / Motorsport Images Iker Lecuona, KTM Tech3 Ada sedikit persamaan Iker Lecuona dengan Valentino Rossi. Mereka tidak menjalani musim terbaiknya di MotoGP 2021. Keduanya juga sama-sama ... Read more »

Klasemen Liga Spanyol: Real Madrid Berkuasa, Atletico Kedua, Barca...

© Disediakan oleh Kompas.com Striker Real Madrid Karim Benzema (tengah) dijaga bek Sevilla Diego Carlos pada laga Liga Spanyol Real Madrid vs Sevilla FC di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid ... Read more »

Aneka Bahan Alami Ini Bisa Disulap Sebagai Obat Sariawan Ampuh

© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto TEMPO.CO, Jakarta – Penyakit mulut sariawan atau canker sores sudah tidak asing lagi di telinga. Walaupun bukan termasuk penyakit yang serius, tetapi sariawan bisa ... Read more »

15 Link Twibbon HUT KORPRI 29 November 2021, Tema ASN Bersatu, KORPRI Tangguh dan Indonesia Tumbuh

© Twibbonize.com HUT KORPRI ke 50: Berikut ini 15 link twibbon HUT KORPRI ke-50 yang diperingati pada tanggal 29 November 2021 bertema ASN Bersatu, KORPRI Tangguh dan Indonesia tumbuh TRIBUNNEWS.COM ... Read more »

Epidemiolog Sebut Varian Baru Covid-19 Omicron 500 Persen Lebih Menular Dibanding Virus Corona Awal

© Freepik Ilustrasi varian virus corona. Epidemiologi dari Griffith University, Dicky Budiman sebut varian baru Omicron 500 persen lebih menular dibanding virus Covid-19 awal. TRIBUNNEWS.COM – Muncul varian baru dari ... Read more »

Persis Solo vs PSCS Cilacap di Liga 2 Senin, Irfan Bachdim Cs Siap Tempur

© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto TEMPO.CO, Jakarta – Persis Solo tetap mengincar kemenangan saat menghadapi PSCS Cilacap pada pertandingan terakhir putaran kedua Grup C Liga 2 Indonesia musim 2021 ... Read more »

MU 'Dibisiki' Ralf Rangnick Sebelum Lawan Chelsea? Ini Kata Carrick

© Disediakan oleh Kumparan Ralf Rangnick. Foto: AFP/Ronny Hartmann Chelsea gagal menaklukkan Manchester United (MU) dalam laga pekan ke-13 Liga Inggris 2021/22 yang berakhir 1-1. ‘Setan Merah’ digadang-gadang sudah ‘dibisiki’ ... Read more »

Chelsea Vs Man United, Ronaldo Cadangan gara-gara “Bisikan” Rangnick?

© Disediakan oleh Kompas.com Ekspresi kecewa Cristiano Ronaldo (kanan) dan Bruno Fernandes (kiri) pada laga pekan ke-9 Liga Inggris yang mempertemukan Man United vs Liverpool di Stadion Old Trafford, Minggu ... Read more »

[POPULER MONEY] Daftar 8 Negara yang Dilarang Masuk Indonesia | Varian Baru Covid-19 Bikin Bursa Rontok

© Disediakan oleh Kompas.com Suasana Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Jumat (29/10/2021). 1. Aturan Baru, WNA yang Singgah di 8 Negara Ini Dilarang Masuk Indonesia Pemerintah menerbitkan aturan baru ... Read more »

Kontroversi Gol Penalti Penyelamat Chelsea, Bek MU Pelanggaran? Cek Aturannya

© Disediakan oleh Kumparan Pemain Chelsea Jorginho mencetak gol ke gawang Manchester United pada pertandingan lanjuta Liga Inggris di Stamford Bridge, London, Inggris. Foto: David Klein/REUTERS Chelsea seri 1-1 dengan ... Read more »

Jangan Takut Bangkrut, Ini Tips Memulai Bisnis Startup

© Disediakan oleh IDN Times Jakarta, IDN Times – Sebuah startup yang dikenal sebagai platform untuk para pengrajin lokal, Qlapa gulung tikar. PT. Qlapa Kreasi Bangsa telah mengumumkan penutupan layanan, ... Read more »

Wanita di Selandia Naik Sepeda ke RS Saat akan Melahirkan

© www.freepik.com Bersepeda (ilustrasi). Anggota parlemen Selandia Baru bersepeda ke RS saat alami kontraksi jelang melahirkan. REPUBLIKA.CO.ID, WELLINGTON — Anggota Parlemen Selandia Baru Julie Anne Genter naik sepeda menuju ke ... Read more »

Peringatan Dini BMKG untuk Jabodebek: Waspada Potensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang

© Disediakan oleh Kompas.com Ilustrasi hujan lebat, cuaca ekstrem akibat dampak siklon tropis Seroja. Badai Seroja masih berpotensi memengaruhi cuaca di Indonesia, dari hujan lebat hingga gelombang tinggi. JAKARTA, KOMPAS.com ... Read more »

Hasil Liga Italia: AC Milan Remuk, Napoli Sendirian di Puncak, Juventus…

© Disediakan oleh Kompas.com Penyerang AC Milan asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic, berduel dengan bek Sassuolo Gian Marco Ferrari dalam laga pekan ke-14 Liga Italia 2021-2022 di Stadion San Siro, 28 ... Read more »

Waspada! Jakarta Akan Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir

© Achmad Zulfikar Fazli BMKG memprediksi hujan mengguyur seluruh wilayah Jakarta pada Senin siang, 29 November 2021. Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat disertai petir. Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan ... Read more »

Thomas Tuchel Ngamuk & Dikartu Kuning Gegara Cristiano Ronaldo, Ada Apa?

© Disediakan oleh Kumparan Pelatih Chelsea Thomas Tuchel saat melawan Manchester United pada pertandingan lanjuta Liga Inggris di Stamford Bridge, London, Inggris. Foto: Matthew Childs/REUTERS Chelsea ditahan imbang 1-1 oleh ... Read more »

Kabupaten Bogor Bikin 50 Hunian Sementara Korban Pergeseran Tanah Sukamakmur

© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto TEMPO.CO, Cibinong – Pemerintah Kabupaten Bogor akan menyediakan 50 hunian sementara (huntara) untuk korban pergeseran tanah di Sukamakmur. Bencana alam itu terjadi pada 11 ... Read more »

Muslim Polandia Bantu Migran yang Putus Asa di Perbatasan

© EPA Muslim Polandia Bantu Migran yang Putus Asa di Perbatasan. Muslim Tatar di Polandia membawa jenazah bayi migran untuk dimakamkan di Bohoniki, perbatasan Polandia-Belarusia, November 2021. REPUBLIKA.CO.ID, WARSAWA — Muslim ... Read more »

Heboh Wanita Ditemukan di Kubangan Air, Ini Ciri-cirinya

© JPNN.COM Heboh Wanita Ditemukan di Kubangan Air, Ini Ciri-cirinya jpnn.com, CIREBON – Minggu (28/11) siang, warga di Desa Losari Lor, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menemukan seorang wanita di ... Read more »

Chelsea Vs Man United, Carrick Ungkap Alasan Cadangkan Ronaldo

© Disediakan oleh Kompas.com Michael Carrick (tengah) saat mendampingi Man United sebagai pelatih sementara pada laga liga Champions kontra Villarreal di Le Ceramica Stadium, Rabu (24/11/2021) dini hari WIB. KOMPAS.com ... Read more »

Peringatan Dini BMKG Senin 29 November 2021, Berikut Kabupaten/Kota yang Mengalami Cuaca Ekstrem

© https://www.freepik.com/ Ilustrasi cuaca ekstrem. BMKG merilis peringatan dini cuaca di Indonesia untuk Senin (29/11/2021). Berikut kabupaten/kota yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem. TRIBUNNEWS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ... Read more »

Ameer Azzikra Adik Alvin Faiz Meninggal Dunia, Pagi Ini Akan Dimakamkan di Samping Arifin Ilham

© Instagram Ameer Azzikra Adik Alvin Faiz Meninggal Dunia, Pagi Ini Akan Dimakamkan di Samping Arifin Ilham TRIBUNNEWS.COM, BOGOR – Kabar duka datang dari keluarga mendiang Ustaz Arifin Ilham. Anak ... Read more »

10 Penampilan Baru Denny Caknan Dengan Rambut Cerah, Mirip Oppa Korea?

© Disediakan oleh IDN Times Pedangdut Denny Caknan baru saja mengubah penampilannya untuk pertama kali. Sejak awal kemunculan, gaya rambut pria 28 tahun ini baru berubah beberapa hari terakhir. Pelantun ... Read more »

Berita Duka: Ameer Azzikra bin Ustaz Arifin Ilham Meninggal Dunia

© JPNN.COM Berita Duka: Ameer Azzikra bin Ustaz Arifin Ilham Meninggal Dunia jpnn.com, BOGOR – Putra almarhum ustaz Muhammad Arifin Ilham, Ameer Azzikra meninggal dunia, Senin (29/11). Kabar duka itu ... Read more »

Baim Wong Bongkar Rahasia Anak Kedua Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

© JPNN.COM Baim Wong Bongkar Rahasia Anak Kedua Raffi Ahmad dan Nagita Slavina jpnn.com, JAKARTA – Aktor Baim Wong membongkar rahasia soal anak kedua Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Dia ... Read more »

Menang Tipis Atas Sevilla, Madrid Jaga Posisi Puncak La Liga

© EPA-EFE/Ballesteros Striker sekaligus kapten Real Madrid, Karim Benzema merayakan gol ke gawang Sevilla pada laga lanjutan La Liga, di Santiago Bernabeu, Senin (29/11) dini hari WIB. Madrid menang 2-1. ... Read more »

Desainer dan Pendiri Off-White Virgil Abloh Meninggal di Usia 41

© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto TEMPO.CO, Jakarta – Virgil Abloh, desainer pendiri Off-White dan Direktur Artistik Pria Louis Vuitton, meninggal di usia 41 tahun. Kabar kepergian desainer tersebut disampaikan ... Read more »
On free-english-test.com you will find lots of free English exam practice materials to help you improve your English skills: grammar, listening, reading, writing, ielts, toeic